Tampilkan postingan dengan label Donomulyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Donomulyo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2011

SMPK ST. ALBERTUS DONOMULYO,Menatap Masa Depan dalam Penjabaran Visi Global


Sedikit profil
SMPK St. Albertus Donomulyo berdiri pada 1 Oktober 1956. Pendirian ini digagas oleh Bpk. FX. Duto Utomo dengan dukungan Rm. GJA. Lohuis, O.Carm. Meskipun pada saat itu kegiatan belajar-mengajar diadakan di rumah Bpk. Minto, seorang penduduk setempat, sekolah ini diharapkan dapat menjadi wadah lanjutan bagi para lulusan SR (Sekolah Rakyat atau sekarang dikenal sebagai Sekolah Dasar) dan dapat berperan dalam upaya pembangunan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Saat ini, sekolah ini dikepalai oleh Bpk. Heri … dan bernaung dalam lingkup Yayasan Karmel Keuskupan Malang yang dipimpin oleh Rm. Hudiono, Pr. Visi SMPK St. Albertus adalah demi terciptanya sumber daya mansia yang dinamis, berprestasi, rendah hati dan dijiwai semangat cinta kasih. Sedangkan misi yang diusung merupakan penjabaran konkret dari visi yang ada.
Hingga saat ini sekolah ini terus mengukir berbagai prestasi dalam pelbagai kegiatan. Tak terhitung prestasi yang telah dicapai sekolah yang telah berusia 55 tahun ini. Secara khusus, apresiasi patut diberikan dalam upaya sekolah ini untuk ambil bagian dalam pelestarian aspek-aspek kesenian dan kebudayaan lokal. Di antaranya pengembangan dan pelestarian seni Reog Ponorogo dan karawitan. "Baru-baru ini juga , salah satu siswi SMPK St. Albertus menjuarai Lomba Macapat dan Paduan Suara" lanjut Bpk. Heri.
SMPK St. Albertus Donomulyo para siswa dari berbagai latar belakang yang berbeda. Sebagai sekolah yang berada di pusat kecamatan, para siswa sekolah ini berasal dari desa-desa sekitar Donomulyo. Keberadaan sekolah ini cukup diperhitungkan meskipun di sana telah terdapat dua SMP Negeri, dan beberapa sekolah swasta yang lain.Terutama sekali adalah dalam hal pembinaan kepribadian dan budi pekerti yang selama ini dijunjung tinggi oleh para pendidik yang berada di sana.
Meskipun juga berasal dari latar belakang masyarakat yang berbeda-beda, namun sekolah ini tetap berusaha untuk mengembangkan katolisitas iman para siswanya. Sebagai wujud dari pengembangan iman Katholik, SMPK St. Albertus senantiasa memfasilitasi dan melaksanakan kegiatan-kegiatan antara lain: perayaan Natal bersama, perayaan Paskah Bersama, Rekoleksi Natal, Rekoleksi Paskah, Doa Rosario di bulan Mei dan Oktober, serta tugas dalam Perayaan Ekaristi selama 1 kali tiap bulan di Gereja Ratu Damai Purworejo. Terhadap para siswa yang beragama lain, tetap diupayakan agar terus mengembangkan iman masing-masing seturut yang diyakini oleh para siswa tersebut.

sekolah gratis, bonus kambing
Dalam usaha untuk terus dapat berkembang, sekolah ini mengupayakan beberapa cara untuk dapat terus mendidik siswanya. Salah satu cara yang dilakukan adalah mengupayakan bantuan bagi siswa yang tidak mampu. Dan bantuan yang diberikan bukanlah uang melainkan kambing. "Bantuan berupa kambing dilatarbelakangi oleh keprihatinan melihat beberapa siswa yang yang tidak mampu membayar uang sekolah, namun tetap berminat untuk sekolah", terang Bpk Priyono selaku pendidik di sekolah ini.
Setelah diadakan survey terhadap latar belakang keluarga siswa dan ditentukan kelayakan untuk menerima bantuan ini, para guru kemudian mengumpulkan uang pribadi dan membeli kambing untuk dipelihara oleh siswa tersebut. Selain aspek kelayakan latar belakang keluarga untuk menerima bantuan, survey juga dilakukan untuk menentukan jenis kambing yang diberikan.  Pada beberapa daerah, kambing dirasa kurang cocok, maka digantikan dengan domba.

Masing-masing siswa yang mendapatkan bantuan diberi dua ekor kambing. Selama ia bersekolah di sana, ia tidak perlu membayar uang sekolah. Kambing tersebut kemudian dikembangbiakkan selama siswa tersebut bersekolah. Pada akhir masa sekolah, diadakan perhitungan keseluruhan biaya sekolah dengan nilai harga jual kambing yang ada. Kelebihan dari harga jual kambing terhadap jumlah biaya sekolah tersebut menjadi milik siswa yang memeliharanya. Sehingga pernah terjadi, seorang siswa yang mendapatkan bantuan berupa kambing tersebut akhirnya mendapatkan keuntungan delapan ekor pada akhir masa sekolahnya.
Hal ini kemudian sejalan dengan visi Yayasan Karmel sebagai lembaga sosial dan pedidikan Keuskupan Malang yang terpanggil dalam pencerdasan anak bangsa untuk tata kehidupan bersama yang berbudaya berdasarkan kasih dan peduli kepada yang miskin.

special and moving class
Pelbagai perkembangan dalam dunia pendidikan menuntut para guru untuk terus mengembangkan metode pendidikan yang digunakan. Saat ini SMPK St. Albertus Donomulyo mengadakan apa yang disebut moving and special class.
Moving class dipahami sebagai kelas berpindah, artinya setiap kelas dalam kegiatan belajar mengajarnya menuju masng-masing laboratorium bidang studi maing-masing. Maka diadakan ruang-ruang yang disebut Lab. IPA, Lab. IPS, Lab. Bahasa, dan sebagainya. Maka kelas yang sedang mengadakan kegiatan belajar mengajar untuk mata pelajaran IPA mengadakan kegiatan di Lab. IPA, begitu juga mata pelajaran yang lain.
Cara ini dimaksudkan agar para siswa dapat lebih fokus dan dapat berkonsentrasi secara lebih baik pada mata pelajaran dengan dukungan sarana-prasarana dan suasana yang ada dalam kelas bdang studi. Tentu saja, konsep ini tidak lalu mengabaikan keberadaan ruang kelas mereka sendiri. Setiap kelas tetap mempunyai ruang kelas tempat mereka dapat belajar dan berkembang dalam kebersamaan satu kelas.
Sementara special class dimaksudkan sebagai pembentukan dan pengembangan bakat para siswa dalam bidang studi tertentu. Dalam pengertian special class sebagai kelas khusus, para siswa diundang dalam kelas-kelas bidang studi tanpa dibatasi oleh kelas-kelas angkatan tertentu. Misalnya dalam kelas Matematika, para siswa SMPK St. Albertus yang berbakat dalam bidang studi mempelajari topik bahasan dalam pelajaran Matematika secara mendalam. Sehingga dalam kelas Matematika, para siswa baik dari kelas VII, VIII, maupun IX secara bersama-sama mendalami misalnya materi UAN.
Bpk Domitianus Prawito menambahkan, "Yang membedakan antara keduanya adalah aspek bakat dan lintas angkatan, moving class dimasudkan untuk meningkatkan minat belajar dan konsentrasi siswa dalam kebersaman sebagai satu kelas, dan special class dimaksudkan untuk meningkatkan bakat siswa dari lintas angkatan dalam memahami secara mendalam mata pelajaran".

Beberapa hal...
Semua usaha yang digunakan oleh para pendidik sekolah ini untuk terus berkembang dalam mengupayakan yang terbaik bagi para siswanya jelas perlu diberi apresiasi. Dalam hal ini, mereka tidak boleh dibiarkan untuk berjuang sendirian. Keberadaan SMPK St. Albertus di antara sekolah-sekolah lain di Donomulyo, jelas memberi warna tersendiri dalam nuansa pendidikan di sana. Namun, hal tersebut juga menimbulkan problema tersendiri, karena harus bersaing dan mengembangkan diri untuk dapat memberikan yang terbaik bagi para siswanya. SMPK St. Albertus adalah sebuah wahana pengembangan sumber daya manusia yang telah berhasil mengembangkan banyak anak didiknya untuk meningkatkan harkat kehidupan mereka.
Sayangnya, masih banyak sarana-prasarana yang kurang mendukung atau tidak lagi relevan dalam upaya pendidikannya. Misalnya, tidak tersedianya buku-buku fiksi dalam perpustakaan, juga beberapa kerusakan di ruang perpustakaan sendiri yang tampak kurang dapat mendukung minat baca siswa dalam perpustakaan. Tahun ini, terdapat beberapa permintaan bantuan biaya sekolah yang menunggu untuk direalisasikan.  Sejauh ini upaya beberapa permintaan bantuan berupa kambing masih mengandalkan kantong pribadi para guru yang ada di sana.

Dalam usianya yang ke-55 tahun ini, SMPK St. Albertus masih terus mengupayakan pendidikan yang terbaik bagi para siswanya di Donomulyo. "Kami terus berusaha dapat mandiri dan tidak memelihara sikap mental untuk bergantung pada sumbangan. Untuk itu kami sedang berupaya untuk membuka bidang usaha yang dapat mendukung kegiatan pendidikan di sekolah ini. Sejauh ini modal kami belum banyak, sebenarnya jika ada pihak-pihak yang bersedia untuk menjadi investor, kami bersedia untuk mengadakan profit sharing untuk usaha tersebut", tandas Bpk. Anang Hari sebagai KaUr Kerjasama Masyarakat.