Sedikit
profil
SMPK St. Albertus Donomulyo berdiri pada 1
Oktober 1956. Pendirian ini digagas oleh Bpk. FX. Duto Utomo dengan dukungan Rm. GJA.
Lohuis, O.Carm. Meskipun pada saat itu kegiatan belajar-mengajar diadakan di
rumah Bpk. Minto, seorang penduduk setempat, sekolah ini diharapkan dapat
menjadi wadah lanjutan bagi para lulusan SR (Sekolah Rakyat atau sekarang dikenal sebagai Sekolah Dasar) dan dapat berperan dalam
upaya pembangunan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Saat ini, sekolah ini dikepalai oleh Bpk. Heri … dan bernaung dalam lingkup Yayasan Karmel Keuskupan Malang yang dipimpin
oleh Rm. Hudiono, Pr. Visi SMPK St. Albertus adalah demi terciptanya sumber daya mansia yang
dinamis, berprestasi, rendah hati dan dijiwai semangat cinta kasih. Sedangkan
misi yang diusung merupakan penjabaran konkret dari visi yang ada.
Hingga saat ini sekolah ini terus mengukir
berbagai prestasi dalam pelbagai kegiatan. Tak terhitung prestasi yang telah
dicapai sekolah yang telah berusia 55 tahun ini. Secara khusus, apresiasi
patut diberikan dalam upaya sekolah ini untuk ambil bagian dalam pelestarian
aspek-aspek kesenian dan kebudayaan lokal. Di antaranya pengembangan
dan pelestarian seni Reog Ponorogo dan karawitan. "Baru-baru ini juga ,
salah satu siswi SMPK St. Albertus menjuarai Lomba Macapat dan Paduan
Suara" lanjut Bpk. Heri.
SMPK St. Albertus Donomulyo para siswa dari
berbagai latar belakang yang berbeda. Sebagai sekolah yang berada di pusat kecamatan, para siswa sekolah
ini berasal dari desa-desa sekitar Donomulyo. Keberadaan sekolah ini
cukup diperhitungkan meskipun di sana telah terdapat dua SMP Negeri, dan
beberapa sekolah swasta yang lain.Terutama sekali adalah dalam hal pembinaan
kepribadian dan budi pekerti yang selama ini dijunjung tinggi oleh para
pendidik yang berada di sana.
Meskipun juga berasal dari latar belakang
masyarakat yang berbeda-beda, namun sekolah ini tetap berusaha untuk
mengembangkan katolisitas iman para siswanya. Sebagai wujud dari
pengembangan iman Katholik, SMPK St. Albertus senantiasa memfasilitasi dan
melaksanakan kegiatan-kegiatan antara lain: perayaan Natal bersama, perayaan
Paskah Bersama, Rekoleksi Natal, Rekoleksi Paskah, Doa Rosario di bulan Mei dan
Oktober, serta tugas dalam Perayaan Ekaristi selama 1 kali tiap bulan di Gereja
Ratu Damai Purworejo. Terhadap para siswa yang beragama lain, tetap diupayakan agar terus
mengembangkan iman masing-masing seturut yang diyakini oleh para siswa tersebut.
sekolah
gratis, bonus kambing
Dalam usaha untuk terus dapat berkembang,
sekolah ini mengupayakan beberapa cara untuk dapat terus mendidik siswanya.
Salah satu cara yang dilakukan adalah mengupayakan bantuan bagi siswa yang
tidak mampu. Dan bantuan yang diberikan bukanlah uang melainkan kambing. "Bantuan
berupa kambing dilatarbelakangi oleh keprihatinan melihat beberapa siswa yang
yang tidak mampu membayar uang sekolah, namun tetap berminat untuk
sekolah", terang Bpk Priyono selaku pendidik di sekolah ini.
Setelah diadakan survey terhadap latar
belakang keluarga siswa dan ditentukan kelayakan untuk menerima bantuan ini,
para guru kemudian mengumpulkan uang pribadi dan membeli kambing untuk
dipelihara oleh siswa tersebut. Selain aspek kelayakan latar belakang keluarga
untuk menerima bantuan, survey juga dilakukan untuk menentukan jenis kambing
yang diberikan. Pada beberapa daerah,
kambing dirasa kurang cocok, maka digantikan dengan domba.
Masing-masing siswa yang mendapatkan bantuan
diberi dua ekor kambing. Selama ia bersekolah di sana, ia tidak perlu membayar
uang sekolah. Kambing tersebut kemudian dikembangbiakkan selama siswa tersebut
bersekolah. Pada akhir masa sekolah, diadakan perhitungan keseluruhan biaya
sekolah dengan nilai harga jual kambing yang ada. Kelebihan dari harga jual
kambing terhadap jumlah biaya sekolah tersebut menjadi milik siswa yang
memeliharanya. Sehingga pernah terjadi, seorang siswa yang mendapatkan bantuan
berupa kambing tersebut akhirnya mendapatkan keuntungan delapan ekor pada akhir
masa sekolahnya.
Hal ini kemudian sejalan dengan visi Yayasan
Karmel sebagai lembaga sosial dan pedidikan Keuskupan Malang yang terpanggil
dalam pencerdasan anak bangsa untuk tata kehidupan bersama yang berbudaya
berdasarkan kasih dan peduli kepada yang miskin.
special and moving class
Pelbagai perkembangan dalam dunia pendidikan
menuntut para guru untuk terus mengembangkan metode pendidikan yang digunakan. Saat ini SMPK St.
Albertus Donomulyo mengadakan apa yang disebut moving and special class.
Moving
class dipahami sebagai kelas berpindah, artinya setiap
kelas dalam kegiatan belajar mengajarnya menuju masng-masing laboratorium
bidang studi maing-masing.
Maka diadakan ruang-ruang yang disebut Lab. IPA, Lab. IPS,
Lab. Bahasa, dan sebagainya. Maka kelas yang sedang mengadakan kegiatan belajar
mengajar untuk mata pelajaran IPA mengadakan kegiatan di Lab. IPA, begitu juga
mata pelajaran yang lain.
Cara ini dimaksudkan agar para siswa dapat
lebih fokus dan dapat berkonsentrasi secara lebih baik pada mata pelajaran
dengan dukungan sarana-prasarana dan suasana yang ada dalam kelas bdang studi. Tentu saja, konsep ini
tidak lalu mengabaikan keberadaan ruang kelas mereka sendiri. Setiap kelas
tetap mempunyai ruang kelas tempat mereka dapat belajar dan berkembang dalam
kebersamaan satu kelas.
Sementara special
class dimaksudkan sebagai pembentukan dan pengembangan bakat para siswa
dalam bidang studi tertentu.
Dalam pengertian special
class sebagai kelas khusus, para siswa diundang dalam kelas-kelas bidang
studi tanpa dibatasi oleh kelas-kelas angkatan tertentu. Misalnya dalam kelas
Matematika, para siswa SMPK St. Albertus yang berbakat dalam bidang studi
mempelajari topik bahasan dalam pelajaran Matematika secara mendalam. Sehingga dalam
kelas Matematika, para siswa baik dari kelas VII, VIII, maupun IX secara
bersama-sama mendalami misalnya materi UAN.
Bpk Domitianus Prawito menambahkan, "Yang
membedakan antara keduanya adalah aspek bakat dan lintas angkatan, moving class dimasudkan untuk
meningkatkan minat belajar dan konsentrasi siswa dalam kebersaman sebagai satu
kelas, dan special class dimaksudkan
untuk meningkatkan bakat siswa dari lintas angkatan dalam memahami secara
mendalam mata pelajaran".
Beberapa
hal...
Semua usaha yang digunakan oleh para pendidik
sekolah ini untuk terus berkembang dalam mengupayakan yang terbaik bagi para
siswanya jelas perlu diberi apresiasi. Dalam hal ini, mereka tidak boleh dibiarkan untuk
berjuang sendirian. Keberadaan SMPK St. Albertus di antara sekolah-sekolah lain di Donomulyo,
jelas memberi warna tersendiri dalam nuansa pendidikan di sana. Namun, hal
tersebut juga menimbulkan problema tersendiri, karena harus bersaing dan
mengembangkan diri untuk dapat memberikan yang terbaik bagi para siswanya. SMPK St. Albertus
adalah sebuah wahana pengembangan sumber daya manusia yang telah berhasil
mengembangkan banyak anak didiknya untuk meningkatkan harkat kehidupan mereka.
Sayangnya, masih banyak sarana-prasarana yang
kurang mendukung atau tidak lagi relevan dalam upaya pendidikannya. Misalnya, tidak
tersedianya buku-buku fiksi dalam perpustakaan, juga beberapa kerusakan di
ruang perpustakaan sendiri yang tampak kurang dapat mendukung minat baca siswa
dalam perpustakaan. Tahun ini, terdapat beberapa permintaan bantuan biaya sekolah yang
menunggu untuk direalisasikan. Sejauh ini upaya
beberapa permintaan bantuan berupa kambing masih mengandalkan kantong pribadi
para guru yang ada di sana.
Dalam usianya yang ke-55 tahun ini, SMPK St.
Albertus masih terus mengupayakan pendidikan yang terbaik bagi para siswanya di
Donomulyo. "Kami terus berusaha dapat mandiri dan tidak memelihara sikap
mental untuk bergantung pada sumbangan. Untuk itu kami sedang berupaya untuk
membuka bidang usaha yang dapat mendukung kegiatan pendidikan di sekolah ini.
Sejauh ini modal kami belum banyak, sebenarnya jika ada pihak-pihak yang
bersedia untuk menjadi investor, kami bersedia untuk mengadakan profit sharing untuk usaha
tersebut", tandas Bpk. Anang Hari sebagai KaUr Kerjasama Masyarakat.